
Bersamamu
"Ketika Setia adalah pilihan satu-satunya untuk berada didekatmu"
Sienta mampu menggambarkan cerita dan detailnya dengan jelas hingga kita seolah melihat sebuah film dengan keseluruhan adegan, ekspresi pemain dan latar belakangnya. Alur cerita yang tidak terputus, hingga tidak ada "miss" antara satu dengan lainnya. Data yang begitu lengkap. Jelas-jelas dia melakukan penelitian dengan baik. Konflik yang manis, masuk akal, dan mengaduk-aduk emosi hingga terpaksa meneteskan air mata. "Bersamamu" membuat aku tidak mampu melepaskan mata sampai pada halaman terakhir. Novel ini tidak butuh pembatas buku!!
~ Helga Rif, penulis novel “Kepingan cinta lalu” dan “melepaskanmu”
Saat kesetiaan terhadang cobaan, akankah cinta dipertaruhkan? – Sebuah kisah romantika rumah tangga yang sarat pernik kehidupan: ada manis, pilu, tawa, dan luka.
~Riawani Elyta, penulis novel “Hati memilih” dan “Yang kedua”
Menikah bukan akhir dari suatu kisah cinta, melainkan sebuah awal baru. Membaca novel ini mengingatkan saya betapa pernikahan adalah tempat untuk menurunkan ego dan meningkatkan pengertian. Cinta saja tidak cukup. Ada halaman-halaman yang membuat saya menitikkan air mata. Ah, Sienta sudah menulis dengan indah. Cinta, alzhaimer, dan kisah lalu, sungguh bukan tema yang biasa. Suka dengan idenya yang keren!
~ Indah Hanaco, penulis novel "Cinta Tanpa Jeda" dan "Meragu"